Tampilkan postingan dengan label madina gemstone. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label madina gemstone. Tampilkan semua postingan

Rabu, 07 Januari 2015

Mengenal 4 Jenis Batu Kecubung (Amethyst)



★★★★★

Batu kecubung (Amethyst) merupakan salah satu batu permata yang paling terkenal di Indonesia, Selain karena bentuk dan warnanya yang indah saat dipandang batu kecubung dipercaya sebagaian orang memiliki tuah untuk memikat wanita sehingga banyak orang mencari dan ingin memiliki batu kecubung ini. Di pasar indonesia sendiri setidaknya ada 4 jenis batu kecubung yang beredar. 4 Jenis batu kecubung itu adalah

1. Kecubung Kalimantan 

kecubung kalimantan

Dari zaman dahulu Pulau Kalimantan dikenal dengan batu mulianya. Bermacam – macam batu mulia dapat ditemukan di hampir seluruh wilayah kalimantan. Dan salah satu batu yang terkenal adalah batu kecubung. Batu kecubung kalimantan ini memiliki ciri ciri serat didalam batu berupa retakan meskipun beberapa batu kecubung terlihat bersih tetapi akan terlihat juga seratnya jika memakai lub dengan perbesaran 60x. Biasanya batu kecubung kalimantan yang berwarna ungu pekat akan terlihat warna kemerahannya.

2. Kecubung (Bungur) Tanjung Bintang

bungur Tanjung bintang

Orang tanjungbintang menyebut batu amethyst sebagai bungur, batu bungur ini sendiri sekarang harga pasarannya sedang cukup tinggi karena memang bungur tanjung bintang sudah semakin langka dan sudah tidak boleh ditambang lagi. Batu bungur tanjung bintang sendiri secara umum memiliki ciri ciri mirip seperti kecubung kalimantan yaitu seratberupa retakan hanya saja dari pengalaman kami belum pernah melihat batu bungur yang berwarna ungu kemerahan.

3. Kecubung Impor

batu kecubung impor

Walau Indonesia salah satu penghasil kecubung, tetapi banyak juga batu kecubung impor dari luar negeri yang bertebaran di pasar tanah air. Hal ini dikarenakan batu kecubung impor memiliki harga yang murah dari negara produsen. Biasanya batu kecubung impor ini berasal dari negara brazil dan india. Batu impor ini agak mudah dibedakan dengan batu kecubung lokal karena seratnya yang berbeda yaitu memiliki serat seperti serabut.  Untuk warna sendiri batu kecubung impor ada juga yang berwarna ungu kemerahan.

4. Kecubung Sintetik

kecubung sintetik

Nah ini dia batu yang tentu patut kita hindari, agar tidak salah pilih dalam membeli batunya karena banyak seller nakal menamakan batu mereka kecubung brazil padahal kecubung sintetik. Batu kecubung ini memiliki ciri ciri bersih dari serat , ada gelembung udara di dalamnya walau kadang terlihat bersih tapi jika dilihat dengan lub perbesaran 60x maka akan tampak gelembung udara didalamnya dan tentu saja yang paling penting adalah kekerasannya bukan 7 mohs. Biasanya antara 5-6 mohs karena kebanyakan batu sintetik kecubung ini terbuat dari kaca.

Kamis, 01 Januari 2015

Mengenal Batu Kalimaya Black Opal

Mengenal Jenis-jenis Batu Black Opal dan
Kalimaya
Batu
Kalimaya
atau Opal
merupakan batu permata yang memiliki sifat optik
yang sangat unik, menampilkan warna pelangi yang
senantiasa berubah tergantung pada sudut
pengamatan. Permainan warna pada permata opal
disebabkan oleh butiran-butiran halus silica yang
tersusun sangat rapi dan berfungsi membelokkan cahaya
serta memancarkannya, sehingga menyebabkan warna-
warna pelangi bermunculan saat dilihat dari sudut
berbeda.
Batu opal merupakan batu yang banyak terdapat di
negara Australia, namun di beberapa tempat di Indonesia
juga bisa ditemukan batu ini. Batu Kalimaya merupakan
salah satu sumber alam andalan bagi daerah
Rangkasbitung. Hanya sebagian kecil ada di daerah
Garut, itupun kualitasnya masih rendah. Kalimaya
Rangkasbitung dinilai hampir sama dengan kualitas
Kalimaya dari Australia.
Terdapat beberapa jenis opal/kalimaya yang dikenal
masyarakat umum seperti Opal Mulia (Precious Opal),
Opal Hitam (Black Opal), Opal Semi Hitam (Semi Black
Opal), Opal Putih (White Opal), Opal Hitam Kristal (Black
Crystal Opal), Opal Api (Fire Opal), dan sebagainya.
Batu Kalimaya adalah salah satu batu yang dipercayai
mempunyai pengaruh buruk dan pengaruh baik buat si
pemakai, selain batu intan. Kepercayaan yang berlawanan
ini sering membuat orang bingung manakah yang benar.
Salah satu kepercayaan sebagian orang yaitu batu opal
tidak baik dan hanya menimbulkan nafsu birahi saja buat
si pemilik, membuat pikiran kacau, menggoncangkan urat
syaraf. Perempuan yang alim jika memakai batu ini dalam
beberapa bulan bisa menjadi perempuan genit dan suka
“nakal”. Orang Cina juga menganggap batu ini dapat
merusak keharmonisan rumah tangga, dan memberi
dampak buruk terhadap kesehatan.
Namun ada juga sebagian orang yang percaya bahwa
memiliki batu opal ini dapat membahagiakan pemakai
(umumnya bercahaya jika pemiliknya sedang bahagia dan
tidak bersinar jika pemiliknya sedang murung),
menyembuhkan penyakit mata, lemah zakar atau
impotensi, dan meningkatkan daya ingatan. Opal
berwarna hitam katanya tidak boleh sembarang orang
memilikinya, jika tidak cocok maka batu opal itu akan
membawa bencana dan jika cocok maka akan membawa
kebahagiaan buat si pemiliknya.
Keindahan batu Kalimaya sudah dikenal sejak jaman
dahulu, sebab pancaran warna yang dikandung batu
permata ini indah dan jernih. Batu Kalimaya juga memiliki
beberapa jenis warna yang cantik. Antara lain Kalimaya
dengan dasar putih serta kombinasi abu-abu, coklat,
merah, pink, hijau, biru, dan lainnya. Juga Kalimaya
Hitam, Kalimaya Merah Hitam yang termasuk jenis
langka, dan Kalimaya kristal.
Bila terkena cahaya, maka kejernihan aneka warna itu
akan makin terlihat jelas. Batu yang memiliki nama lain
(Opal) ini sebagian besar berasal dari daerah
pertambangan di Australia. Ada juga Kalimaya hasil
tambang dari Meksiko, Republik Ceko, Turki, Indonesia,
Brasil, dan beberapa negara lain. Masing-masing
mempunyai keunikan dan jenis yang khas, sehingga
mudah dikenali asalnya.

Selasa, 30 Desember 2014

Giok Bio Solar Indocrase Aceh

Selain kopi, Batu Giok kini menjadi daya tarik dari Tanah Gayo Aceh Tengah. Banyak warga dari daerah lain di Aceh, bahkan dari Sumatera Utara dan Jawa, belakang ini berburu giok kelas super di Tanah Gayo. Untuk menghindari semakin banyaknya batu alam Aceh Tengah yang dibawa ke luar daerah, pemerintah setempat mulai melakukan langkah antisipasi.

“Kami sudah rencanakan, batu permata yang ke luar dari Aceh Tengah nantinya harus dalam bentuk barang jadi,” kata Bupati Aceh Tengah, Ir H Nasaruddin MM,

Untuk memastikan bahwa batu giok dan aneka gemstone lainnya yang ditemukan di Aceh Tengah itu tidak dibawa dalam bentuk bongkahan ke luar daerah, maka Bupati Aceh Tengah mewacanakan untuk membantu para pengrajin batu giok. “Kita akan bantu mereka dengan peralatan untuk pembuatan cincin. Yang penting, batu yang didapat akan diasah di sini menjadi batu cincin atau untuk perhiasan lainnya,” kata Nasaruddin sembari menambahkan bahwa keberadaan giok kini, menjadi salah satu daya tarik Aceh Tengah, selain kopi arabika.

Sementara itu, Heri Novandi, seorang pengrajin batu giok di Takengon mengatakan, di Aceh Tengah tergolong banyak ditemukan jenis batu giok. Selain giok solar maupun biosolar, ada juga giok belimbing, neon, lilin, nefrit, air tebu, black jade, anggur, dan belimbing madu.

Uniknya, penamaan batu giok diidentikkan dengan warna batu tersebut. Katakanlah giok solar, warnanya pastilah menyerupai minyak solar. Demikian dengan giok lainnya, seperti belimbing karena menyerupai warna belimbing.

Berbicara kualitas, batu giok asal Aceh Tengah tak kalah menariknya dibanding batu giok asal Nagan Raya. Mulai dari kekerasan batunya yang mencapai 7,3 skala Mohs, hingga warna yang muncul dari batu yang telah dibuat menjadi mata cincin. “Batu giok ini, semakin banyak jenisnya didapat. Ada juga kualitasnya yang luar biasa bagusnya dari beberapa tempat di Aceh Tengah,” ujar Heri Novandi.

Dari Nagan Raya dilaporkan, pemkab setempat bahkan sudah mengeluarkan “Perbup Giok” (peraturan bupati tentang giok). Tujuan perbup itu justru untuk menertibkan pencarian dan penggalian batu alam yang selama ini sangat meresahkan, karena dikhawatirkan merusak lingkungan.

Kepala Dinas Pertambangan dan Energi (Distamben) Nagan Raya, Samsul Kamal ST yang dikonfirmasi di Suka Makmue, membenarkan bahwa bupati seempat telah mengeluarkan Perbup Giok. Namun, diakuinya bahwa perbup tersebut belum disosialisasikan kepada masyarakat di kabupaten itu, khususnya terhadap masyarakat yang tinggal di sekitar lokasi pencarian batu alam di Kecamatan Beutong dan Beutong Ateuh Banggalang.

“Perbupnya sudah kita buat dan sudah selesai. Tapi soal sosialisasi itu bukan urusan kami,” kata Samsul Kamal. Ia juga menepis isu bahwa belum disosialisasikannya Perbup Giok tersebut justru karena sejumlah pejabat dan pihak tertentu di wilayah itu sedang menggeluti langsung bisnis menggiurkan ini.

“Tidak benar ada pejabat yang terlibat dalam bisnis giok ini. Yang melakukannya hanyalah masyarakat,” demikian Samsul Kamal.

Mengenal Asal Muasal Batu Akik Pandan

Asal muasal batu akik pandan

Sebelum bicara lebih jauh mengenai akik pandan, Ada baiknya kita mengenal terlebih dahulu asal usul nama pandan pada akik tersebut, saya banyak mengenal kawan komunitas dan pemakai batu pandan tapi ketika saya lontarkan  satu pertannyaan darimana asal usul nama pandan???

Banyak jawaban, dari karena mirip daun pandan,  atau seratnya seperti serat daun pandan, walau ada yang bilang tidak tau sama sekali….

Disinilah letak keseriusan saya sebagai penulis mencoba  dan menambah wawasan mengenai akik pandan, dari mencoba menanyakan hal ini

ke beberapa orang yang saya anggap mengerti tentang batu pandan.

Suatu hari saya bertemu dengan pemuda pemain pandan,  saat ketemu dia sedang membawa bongkahan pandan kapas yg sudah dipotong,  sesudah cukup akrap saya lontarkan satu pertannyaan kepada kawan saya itu…. wow jawabannya sangat mengagumkan.

Menurut cerita Alm. Engkong Amat Bin Ali, Ali Bin Cutek yg disampaikan nye emang akik Pandan itu tidak ada sangkut pautnya dengan daun pandan,,,,,
Kata Pandan sendiri di ambil Dari ejaan kata Meneer Holand {PENDANT} yg berarti kira-kira LIONTIN,,,, jawara betawi dulu sering make akik yang tidak lazim {besar2} sampai kumpeni2 heran ko’ liontin{pendant} di jadiin cincin,,,,, lama kelamaan kakak buyut kita pun menyebut akik nya pandan,,,,,!

Nah kesimpulannya PANDAN Itu plesetan dari kata PENDANT (liontin).

Semoga bermamfaat buat pembaca